Short Story

Kau adalah gumamanku
Didalam hari yang sepi
Di malam yang mendingin
Aku merindu

Jika nanti ku lihatmu
Disuatu hari
Ketika kau telah bersamanya
Aku akan berdoa
Sepenuh hatiku

Kau akan bahagia
Bersamanya
Bersama yang ditakdirkan bersamamu

Akupun akan bahagia
Bersama dia
Dia yang ditakdirkan bersamaku

Kita hanya sepenggal kisah
Masa lalu dalam hidupku
Tentangku yang menunggu
Tentangmu yang meninggalkanku

Mati Rasa

Hmm..
Apa rasanya ketika kau lelah dengan semua yang kau sebut cinta?
Apa itu cinta?
Baikkah?
Burukkah?

Aku ingin kau tahu bahwa aku tak ingin merindumu lagi.
Aku tak ingin selalu terbelenggu oleh kenanganku bersamamu.
Aku ingin memulai sesuatu yang baru.
Kehidupanku masih terus berlalu.

Aku tak ingin kita berdua menjadi seperti ini.
Aku ingin kita layaknya teman seperti biasa.
Bukan saling menjauh dan menyakiti.

Aku memang bukanlah orang yang kau inginkan.
Tapi, aku ingin kau tahu bahwa
Aku masih temanmu.
Aku masih sahabatmu
Yang memberikan dukungan untukmu.
Yang menganggapmu ada.

Bisakah sekali lagi kau kembali?

Lamunan Jum’at Sore

Hello.
Here is my selfnote one.
I always remember this to do everything.

Apakah untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat, kau harus meminta izin manusia lain terlebih dahulu? Apakah untuk menjadi sesuatu yang berharga, kau harus mengharapkan perhatian manusia lain terlebih dahulu? Apakah untuk menjadi dirimu sendiri, kau harus menyingkirkan orang lain?

Tidak kawanku. Tak pernah aku katakan seperti yang kau maksud.
Kau hanya butuh keridhoan-Nya. Kau diciptakan bukan untuk sia-sia. Kau akan selalu bermakna. Kau akan selalu berharga. Untuk siapapun. Jangan pernah bersedih. Jangan pernah berkecil hati. Kau bahagia sebagai dirimu sendiri.
Tapi, satu kunci yang perlu kau pegang.
“Jangan pernah berharap orang lain menganggapmu berharga. Jangan pernah mengharapkan dirimu bermakna bagi orang lain. Karena, ketika kau berharap pada manusia, kau akan lupa apa arti bahagia menjadi dirimu sendiri.”

AGRIVERSITY 2015: Truth or Dare


When new member come, we must welcoming them, right? So do we!
We must make a welcoming party that we do over one month to make them know what we are, what we do, and what must they do after entered Agribusiness. It is our culture.
Then we called as Agriversity.
Agriversity 2015 is a special event for us (2014 students). Why? Because, we are the project officer of this biggest annual event in Agribusiness Unpad. Agriversity 2015 is very special and memoriable for me. Great and Bad experience at once. The first time for me did a job as Chief of Marketing Officer.
How was it?
We start our story from the first time.
Everything begin from December 2015. First, we must choose who will be the project officer of our event. Our President, Gizdy Chalifa, told us to send a delegate from everyclass (A, B and C) to be choosed as Project Officer for LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). From A’s Class delegated M. Esa. From B’s class delegated M. Fadli. And from C’s class delegated M. Azka. Alright, everybody use M. In front of his name wkwk.
Unfortunately, not everybody come when the choosing time was started. Only an half plus one that come to choose. And it was do in front of B’s class. So, almost of them is B’s student. It must be luckily for Fadli, I  think. 
We must close our eyes and raise our hand to who we choose. When Gizdy told the number, we raise as we choose. And it is our culture too. When the choosing time was finished, name of our project officer was choosed. He is M. Fadli from B’s class. The truth is come over!
Is we choose the right one? We hope. Lets see.
After that, he choose the core staff for this event. Hmm, I want to be an secretary or finances. Everyone want to got that position. Im not hopeful to got that one because I think I can got that in another place. Someday. Then, the truth come. Im not got one of them.
But.
Luck or bad luck, I got couple of them. I choosed as Chief of Marketing Officer. That was great. It was very good. I’ve got everything at once. So, it must be what I really thankful. 
But, how about the reality?
It was the great experience. Im so amazed. Im so thankful. How could I say?
“Ini adalah pengalaman terbaik dan terburuk di dalam hidupku.”
Dare is I try. I want to try new thing. But, I forgot about the truth.
Truth is I dont know anything about that, but I choosed as a leader. So, why they choose me? I really love about business. But, I dont know anything about sponsorship and everything behind them. It was confused me. It was make me bad. It was make my personality fall into pieces in front  of my friends. Its still make me bad ‘till today.
Bad luck of me.
“Surat izin baru ada H-7 acara. Proposal baru ditandatangani H-7 acara. Proposal Sponsorship sudah ada sejak H-30 acara. Tapi, yang aku tahu, proposal sponsorship itu harus satu paket dengan surat izin kegiatannya. Kalau surat kegiatannya belum ada, tidak ada yang bisa aku lakukan selain mencari cara menghubungi sponsor yang mungkin.”
So, what should I do?
I do every good chance to take as much as money.
Luckily, Allah has gave me so much idea to do.
Garage Sale 1
Garage Sale 2

Fund Raising
Nasi Uduk
Everything I do.
We got 1.500.000 in 3 weeks. Alhamdulillah =))
Also, it was great when we could got Garudafood as our Speakers.
Then, what we’ve got after we got bad comment? Nothing. Day by days go as usually.
“Orang-orang begitu mudah berkomentar buruk tentang ini dan itu. Sebelum berkomentar, bisakah dia merasakan satu menit saja menjadi orang yang dikomentari? Bisakah mereka membantu mencari solusi? Atau setidaknya mengapresiasi usaha yang telah kita lakukan?”
Luckily, I’ve got the best team ever!.
Annisa Pratiwi (Keke). Nadira Desiana Yashinta (Dira). Deira Rizqa Anzila (Zia). And. Deilla Tsamrotul Fuadah (Dei).
They are my miracle!
—————-
Let me give you what I’ve got.
I know today.

 “Harta dan jabatan adalah hal yang sangat menggiurkan. Terutama jika itu datang dengan menawarkan dirinya sendiri. Kadang kita bisa melupakan hal-hal di depan. Alasannya pada satu kalimat,”Selagi ada kesempatan.”. Sampai kau bisa lupa untuk melakukan keputusan yang bijak. Karena, kau sebenarnya tidak tahu kesempatan mana yang benar kau ambil dan tidak sampai kau merasakannya. Yaa, kedepannya, aku akan lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan. Tidak lagi mengandalkan hawa nafsu. Tapi mengandalkan niat yang tulus dan maksimalitas dalam menjalankannya.”

If we look to others opinion.
“Bukankah yang pada akhirnya yang bisa orang rasakan dari kinerja kita adalah ketulusan, kesetiaan dan kinerja yang maksimal?”
Dont worry. Its okay for today. It has gave you great experience and knowledge for you to take another wise chance in other time. Smile. Be happy! Be wise then Sheil!
—–
Thankyou for everysupport from people around me! I can’t told you one by one. But, you are my everything!